Jumat, 10 Juni 2016

Membiasakan Anak Berpuasa

Gedung UMSU Medan - Sumut Tampak dari depan. •  Mediamuallaf.com
Oleh : Hasrian Rudi Setiawan, MPdi
Puasa dapat melatih dan mendidik seseorang untuk memiliki sikap sabar, ikhlas dan tahan uji serta banyak lagi pendidikan yang terdapat dalam pelaksanaan ibadah puasa. Bulan Ramadhan dapat dijadikan moment yang tepat untuk pendidikan disiplin dan akhlak sejak dini.
                
Anak merupakan amanah yang diberikan Allah kepada setiap orang tua. Karena itu, orang tua di tuntut untuk memberikan pendidikan kepada anak, terutama pendidikan agama. Kemudian anak juga merupakan anugrah Allah yang terkadang dapat membuat orang tua menjadi senang, juga terkadang membuat orang tua menjadi susah.
                
Ketika orang tua menginginkan anaknya untuk menjadi sosok seorang anak yang berbakti serta taat dalam beribadah kepada Allah maka orang tua hendaknya berusaha semaksimal mungkin agar anak-anaknya kelak menjadi anak yang soleh salah satunya dengan melatih anak untuk melakukan ibadah kepada Allah, seperti mengajak anak untuk sholat secara berjamaah, melatih anak untuk berpuasa Ramadhan dan melatih anak untuk berbuat kebaikkan.
                
Bulan Ramadhan adalah bulan latihan dan pendidikan terhadap setiap pribadi muslim, karena jika dilihat dari pelaksanaan ibadah puasa dapat melatih dan mendidik seseorang untuk memiliki sikap sabar ikhlas dan tahan uji serta banyak lagi pendidikan yang terdapat dalam pelaksanaan ibadah puasa. Bulan Ramadhan dapat dijadikan moment yang tepat untuk pendidikan displin dan akhlak anak sejak dini.
                
Menanamkan kesadaran kepada anak untuk melakukan puasa. Ramadhan dapat dimulai secara bertahap dan menyenangkan. Dengan mengajarkan anak puasa sejak dini, mereka akan terbiasa menjalankan ibadah puasa sebagai sebuah kebiasaan dan bukan lagi menjadi tekanan.
                
Hal ini akan bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan spiritual anak dimasa mendatang. Melatih anak puasa Ramadhan tidak sama dengan mewajibkan mereka berpuasa. Bahkan didalam Islam sendiri telah disabdakan oleh rasul-Nya yang artinya “Tidak ada kewajiban syar’I bagi anak-anak yang belum baligh“ kemudian dalam hadits lain Rasulullah bersabda yang artinya, ”Kami puasakan pula anak-anak kecil kami, dan kami berangkat ke masjid dengan menjadikan mainan dari kapas buat mereka, jika ada salah seorang dari mereka menangis minta makanan, kami berikan mainan itu kepadanya sampai masuk waktu berbuka,” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).
                
Dalam hadits menjelaskan tidak terdapat kewajiban bagi anak yang belum baligh untuk melaksanakan ibadah puasa. Namun orang tua tetap memiliki kewajiban untuk membiasakan melatih dan mengajarkan kepada anak untuk berpuasa serta melakukan ibadah kepada Allah.
                
Membiasakan anak untuk berpuasa sebenarnya tidaklah sulit, hanya perlu kesabaran untuk membiasakannya. Hal ini dapat dilakukan dengan selalu mengajak anak untuk berpuasa. Misalnya dengan membangunkan tidur anak untuk makan sahur, kemudian ketika siang hari anak minta makan atau minum. Maka katakanlah kepada anak dia sedang berpuasa dan ketika anak tidak tahan untuk menahan lapar dan dahaga maka ijinkanlah anak untuk berbuka (puasa setengah hari), namun hal ini dilakukan secara kontiniu (berkesinambungan).
                
Dan yang terakhir ketika waktu berbuka puasa (azan Maghrib) maka ajaklah anak untuk berbuka bersama. Kemudian dalam membiasakan anak untuk berpuasa hendaknya orang tua, harus melihat serta mempertimbangkan kondisi fisik serta kemampuan anak untuk berpuasa.

• Penulis adalah Dosen FAI UMSU.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon